Postingan

STOP MAKAN HIU DI PANGANDARAN!!!!

Gambar
poto dari ugbear.wordpress.com/2007/08/19/adorable-baby-shark-pictures-as-if/ Baru pertama kali aku ke pantai dan sangat tidak antusias untuk hunting poto terlebih menceburkan diri ke laut. Hmmmmmm...lihat orang-orang yang menyemut, bus-bus, mobil yang saling berdesakan plus matahari yan menyengat dengan ganas, semakin MALAS untuk beraktifitas. Kalau bukan karena cacing-cacing di  perut yang bergemuruh ria dan berteriak histris minta di isi makanan, malas rasanya berjalan di bawah terik mentari dan di sela-sela kendaraan, menuju pasar ikan tepatnya rumah makan yang berderet-deret di pantai timur pangandaran.  Selepas mandi dan badan terasa segar aku dan ibu Sucik semangat 45 menuju rumah makan yang terbilang jauh dari penginapan, terbukti dengan mengunakan becak harus mengeluarkan ongkos Rp.20.000,-. Sesampai di rumah makan, lagi-lagi menemukan manusia-manusia yang menyemut rame, dengan  kondisi yang sama dengan kami berdua, wajah-wajah kelaparan  bercucur...

MEMBELA MALAM MENUJU PANGANDARAN

Gambar
Pantai Cagar Alam Pangandaran Di penghujung Maret, tepatnya Senin 31 Maret 2014 adalah hari Nyepi, yang  artinya libur Nasional. Kali ini ntah kenapa walau aku biasa, menikmati waktu libur panjang dengan ngebolang sendiri, namun aku memilih ngebolang bersama teman-teman kantor yang  umurnya jauh di bawah ku, yang terdekatpun beda 10 tahun (#__#)""""". Sering sich ngebolang bareng mereka, tapi gak sampai menginap dan sejauh  ini. Tujuan kami adalah pantai Pangandaran yang terletak di ujung Banjar, dengan waktu tempuh normal tanpa macet  6-7 jam. Sungguh tujuan ngetrip kali ini bukanlah favoritku,  hanya karena rasa penasaran teramat dalam akan teman-teman yang selalu menghabiskan liburan ke pangandaran, bahkan dalam setahun bisa sampai 3-4 kali ke sana, arggghhh buat heran dan tanda tanya besar ????, ada apa dengan PANGANDARAN???!!!! Sabtu malam jam 21.00 wib aku menembus gerimis nya hujan untuk menjemput ibu Sucik di Pagarsih, hmmm belum apa-apa huja...

WARNA WARNI TRIP AMBON

Gambar
Mulyadi sang pemanah Kota Ambon spertinya tak bersahabat dengan ku. Saat pergi aku di tipu oknum taksi bandara, nah pulangnya, aku berjumpa sopir taksi langganan Ko Paulus. Intial nya "I" hanya 5 huruf namanya, ramah dan baik tampak luar. Namun siapa sangka akhir tripku di Ambon jadi super BT gara-gara keteledoran ku dan si I tak mau bertanggungjawab <(-__-)>"""" Berawal dari Ko Paulus, yang bilang : "Aris, kalau mau ke ambon, minta antar pak "I" saja, dari laha ke ambon bayar Rp. 200.000,-, nanti saya call pak "i" nya agar jemput jam 8 pagi di Patra". Senang hati aku meng"IYA"kan, aku pikir, Pak "I" orang yang menyenangkan setelelah sehari sebelumnya aku, Paulus dan John menggunakan jasanya Pak "I" untuk menjemput kami di Dermaga Yos sudarso lantas mengantar ke penginapan Patra di Laha.Sebetulnya, waktu turun dari kapal sudah kelihatan gelagat Malasnya, pak I , janji menjemput di de...

ALAM BAWAH LAUT TELUK AMBON UNIK, NAMUN SAYANG DI SAYANG

Gambar
lion fish Akhirnya waktu ku di Banda Naira berakhir juga, tgl 28 Desember 2014 berat hati meninggalkan pulau kecil nan indah penuh kehangatan dan keramahtamahan penduduknya. Teramat berat rasanya, dikarenakan pulang dan pergi aku harus berjuang menaiki KM. TIDAR. Lagi dan lagi Merpati air pesawat yang harusnya masuk ke Banda Naira di cancel,,,<#_#>"""""" Buyar sudah semua rencana plan A ku, yaitu sepulang dari Banda akan lanjut ke Pantai Ora. Matahari belum juga muncul saat klakson KM.TIDAR,,"TOOOTTTTTTTTTTTT' mengelegar membela kesunyian pagi yang tenang. Terlonjak aku dari kasur, segera membuka jendela, betul saja gemerlapnya lampu dari kapal yang berdek 7 ini mulai memasuki teluk Gunung api, makin aku beteeeee, artinya harus segera berkemas dan pergi pagi-pagi dari Naira itu sungguh bikin hati "NYESSSS". (-__-)""" Jam 7.30 WIT. aku dengan  salah satu bapak karyawan hotel pun mulai naik ke anjungan kapal,...

NAIK-NAIK KE PUNCAK GUNUNG API BANDA NAIIRA

Gambar
  Dipuncak gunung api banda bersam Arie & Ul Bicara soal Banda Naira otomatis gunung api Banda yang letusan terakhirnya di bulan Mei 1988 akan melekat erat bagai perangko. Banda Naira tanpa sejarah dan gunung api maka akan menjadi pulau yang semakin susah dijangkau dan dijamah. Ke dua faktor ini yang membuat nama Banda Naira tak asing di kalangan turis manca negara terutama negara eropa. Berkunjung ke Banda Naira belumlah lengkap bila tak mendaki gunung api Banda setinggi 670 m diatas permukaan laut. Dari pulau Naira sendiri untuk menyeberang ke pulau gunung api hanya membutuhkan waktu 10 menit, mengunakan katiting semacam perahu kecil dengan maximal muatan 3-4 orang. Waktu terbaik untuk mendaki menurut penduduk sekitar setelah subuh, waktu aku tanya kenapa?? mereka kompak menjawab "PANAS', tinggallah aku yang terheran-heran, secara di otak ku terpatri yang namanya gunung itu pasti udaranya adem, sejuk dan nyaman,,,,   Jepretan Ul memank juara di puncak Gunu...

JEJAK SEJARAH DI KEPULAUAN BANDA NAIRA

Gambar
Benteng Belgica dan Gunung api banda naira Dua hari berturut-turut cuaca muram dan tak bersahabat, rencana diving 3x sehari pun jadi berubah total cukup 2 x saja sehari. Itupun sebelum jam 1 siang harus sudah beres, walhasil selama liburan jam 7 pagi harus sudah  bangun dan jam 8 pagi harus sudah ada di kapal Naira dive, bila tidak mau ketinggalan. (@_@)""""Berasa kerja rasanya...yang tadinya niat mau leye-leye, mala seperti kerja kantoran. HALA""""'  Namun semua pasti ada hikmahnya, jam 3 kami sudah rapi di kamar masing-masing.  Mala bingung mau melakukan apa???, di kamar saja boring, menatap Gunung api yang menjulang terus, ntar di kira stress,,hikksss resiko Solo Travelling. Beruntung Pulau Naira, kota yang cantik, imut, penuh cerita masa silam. Jadinya 2  hari pertama, sepulang dive rencananya adalah "TOUR OF CITY" hehehehe biar keren,,,,(semoga bahasa ingrisnnya ga salah). Cukup berjalan kaki saja, berpayung awan hi...

SENSASI DIVING DI KAKI GUNUNG API BANDA NAIRA

Gambar
Gua bawah laut Pulau banda Besar Seperti biasa nya, di kala liburan aku pasti bangun lebih awal, walau tadi subuh tidur jam 4 subuh. Jam 7.30 pagi waktu Banda Naira, aku sudah terjaga. Berusaha untuk lanjut berlayar kepulau impian pun hal yang sia-sia. Walau masi super ngantuk, aku beranjak dari kenyamanan kasur beserta armadanya, menyambut pagi pertamaku di Banda Naira. Huaaaaaaa,,,,mimpi rasanya aku berada di Pulau Banda, sebuah pulau penuh sejarah. Dimana tokoh favorit ku Bung Hatta dan Bung Syarir di asingkan oleh Belanda pada masa penjajahan dulu. Saat membuka jendela kamar ,,,WOW....Luar Biasa, view spectakuler,,terhampar didepanku, Gunung api Banda menjulang tinggi di hadapanku, beserta biru-kehijauhan laut  memisahkan Naira dan Pulau Gunung Api. Luar biasa CANTIK..luar biasa INDAH..sungguh nikmat Mu yang manakah kan ku dustai???..berjuta syukur untuk Sang Maha Pencipta yang Maha Baik. Tak sabar rasanya mengeksplore alam Banda Naira, bawah laut maupun mendaki Gunu...